"Setelah serangkaian proses persidangan
yang panjang dan melelahkan,
akhirnya pada tahun 1979,
Pengadilan Tinggi Amerika Serikat memutuskan
bahwa Multi-level Marketing
adalah praktek bisnis yang sepenuhnya legal."
Saya hanya akan berbagi sedikit mengenai perjalanan industri network marketing, mulai dari ditemukannya, problematika yang ada, sampai kepada industri ini menjadi suatu praktek bisnis yang sepenuhnya legal secara hukum.
Yah, lumayanlah, setidaknya, setelah membaca edisi ini, Anda akan memiliki pengetahuan tentang sejarah sebuah industri yang akan menjadi tren global dunia.
Network Marketing, yang dikenal juga dengan istilah M L M (Multi-level Marketing), One-to-One Marketing, Party Plan Marketing, dlsbnya, adalah juga merupakan bagian dari industri Direct Selling.
Berdasarkan catatan sejarah, perusahaan pertama yang menerapkan sistem "referral marketing" sebagai cara untuk merekrut agen penjualan, adalah; Watkins, Fuller Brush Company, dan Stanley Home Products, di tahun 1929.
Namun, perusahaan pertama dunia yang menerapkan sistem multi-level untuk kompensasi bisnisnya adalah California Nutrition Company (1941), dengan produk nutrisi "Nutrillite XX". Untuk kemudian sistem tersebut di-adaptasi pula oleh Shaklee di tahun 1956.
Pada tahun 1959, California Nutrition Company mengalami masalah keuangan, dan 2 orang distributor independen mereka, sepasang sahabat -Jay Van Andel & Rich De Vos, mengambil alih California Nutrition Company, untuk selanjutnya menjual produk Nutrillite XX dan menambahkan produk deterjen; SA-8, dibawah bendera perusahaan baru yang mereka dirikan; Amway Corporation.
Tahun 1962, Marry Kay, mulai beroperasi dan menerapkan sistem yang sama untuk semua distributor independen mereka.
Mulai lah perjalanan dan pertumbuhan industri ini. Seperti yang sudah diduga, dan layaknya sesuatu yang baru, kebanyakan orang akan menentang dan menolak kehadiran industri ini. Berbagai macam usaha dilakukan untuk menghentikan industri ini dan para pelakunya. Namun, banyak juga yang memanfaatkan sistem industri ini untuk melakukan bisnis penipuan berkedok M L M.
Setelah serangkaian proses persidangan yang panjang dan melelahkan, akhirnya pada tahun 1979, Pengadilan Tinggi Amerika Serikat memutuskan bahwa Multi-level Marketing adalah praktek bisnis yang sepenuhnya legal.
Namun, serangan bertubi-tubi kepada industri ini tidak berhenti sampai disitu. Serangkaian tuntutan dari berbagai pihak yang berkepentingan
dan yang merasa dirugikan, atau terancam (secara bisnis),
terus dilakukan terhadap perusahaan-perusahaan M L M.
Mulai dari tuduhan bahwa sistem pemasaran yang digunakan, dianggap menguntungkan bagi orang yang terlibat lebih awal ("puncak piramid"), sampai kepada klaim benefit produk yang dianggap terlalu berlebihan.
Namun terkadang, kenyataannya memang demikian. Produk-produk perusahaan network marketing, pada umumnya lebih superior,
Dengan menggunakan sistem network marketing, sebuah perusahaan dapat menghemat banyak biaya untuk distribusi, ongkos penjualan, bahkan bisa menghilangkan biaya iklan yang sangat besar. Sehingga biaya-biaya tersebut dapat dialokasikan untuk pengembangan mutu dan kualitas produk.
Anggapan bahwa harga produk dari perusahaan network marketing lebih mahal dari produk sejenis yang ada di toko-toko adalah tidak sepenuhnya benar. Terkadang, jika Anda mau melakukan sedikit riset, maka Anda akan temukan bahwa produk-produk dari perusahaan network marketing, ternyata lebih murah dan berkualitas.
Memang, kualitas sangat erat kaitannya dengan harga.
Anda tanya diri sendiri, apakah Anda mempercayai produk vitamin
dengan harga Rp20 ribu, untuk konsumsi sebulan,
melindungi tubuh Anda dari segala racun
dan radikal bebas yang ada di alam ini?
Kamis, 05 Maret 2009
Langgan:
Poskan Komentar (Atom)

0 komentar:
Poskan Komentar